Dengan teknologi hidup ini menjadi mudah, dengan seni hidup ini menjadi indah, dan hanya dengan ad-Dien ( Dienul Islam ) hidup ini menjadi terarah.
Sudah terbukti bahwa meskipun teknologi ini membikin hidup manusia menjadi lebih mudah, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun dalam mengakses beberapa kepentingan yang lain, tetapi banyak sudah kehancuran dan malapetaka yang ditimbulkan oleh teknologi lantaran manusia penggunanya tidak didasari pola pikirnya dengan syari'at agama (syari'at Islam)
Begitu pula dengan seni, tidak sedikit pelaku seni dan pengagum seni yang mengabaikan norma-norma agama dengan dalih karena tuntutan keindahan alias tuntutan seni, misalnya karena tuntutan skenario atau peran dalam sinetron, mereka rela mengumbar auratnya.
Itu hanya sebagiankecil saja dari kebenaran ungkapan yang sangat filofofis di atas.
( Kathon Jihady )
Memang betul tu semua. sekarang kembali ke pribadi masing-masing, nggrayahi dewe-dewe, nyawang githoke dewe, apakah kita sudah mampu menyeiringkan dan mensinkronkan dari ketiga unsur tadi sehingga mampu menciptakan suatu harmoni yang nanti akan mampu memberikan suatu motivasi kepada sesama insani? itulah PeEr besar buat kita semua.
BalasHapus