Minggu, 25 Juli 2010

Jihad versus Teroris

Alhamdulillah, setelah mendengarkan pengajian dari Ust.Abu Jibril Abdurraman semakin jelas dan gamblang dalam pemahaman saya bahwa Issue Terorisme adalah bagian dari strategi global kaum zionis dan negara-negara barat yang disponsori oleh AS ( Anjing Syetan laknatullah )untuk menghancurkan Islam atau menghambat kemajuan Islam atau membendung gerakan "Jihad fii sabilillah". Mereka sengaja menggembor-gemborkan statmen bahwa jihad itu identik dengan teror dan setiap gerakan umat Islam yang bertujuan Jihad fii sabilillah langsung divonis sebagai gerakan teroris. Mereka juga merumuskan ciri-ciri teroris antara lain : berjenggot/berjanggut, celana congklang, memakai jubah, kalau wanita berjilbab dengan model yang besar dan panjang dan menutup dada atau bercadar, dll. Sehingga ciri-ciri itu menggambarkan pribadi muslim/muslimah yang taat terhadap syari'at. Telingan mereka langsung merah jika mendengar kata syari'at apalagi khilafah.
Anehnya dan celakanya pemerintah Indonesia/penguasa Republik ini termasuk Presiden dan Polisinya ikut teropsesi bahkan menjadi agen dari gerakan penghancuran terhadap gerakan jihad Islam atau dakwah Islam. Tapi saya yakin hukum Allah dan Syari'at Islam yang mampu mnyelesaikan problem kehidupan ini dan saya juga yakin bahkan haqqul yakin bahwa kekuasaan Allah yang akan menang dan barang siapa yang mengesampingkan syari'at Islam, cepat atau lambat akan mengalami kehancuran. Hai saudaraku sesama muslim sadarlah dan beristigfarlah serta berhentilah dari tindakanmu membantai umat Islam dan mendeskritkan Islam sebagai terorisme atau sarang terorisme, ingatlah akan azab dan laknat Allah yang akan menimpa kepadamu.
Untuk saudaraku para mujahid : teruskan perjuanganmu! Aku yakin Allah tetap bersama kita. Nashrun minallah wafathun qoriib.

4 komentar:

  1. Ass...
    banyak sdr kita yang keliru memahami makna dari jihad itu sendiri, dan merupakan pemahaman yg buta, bila sekelompok dari kita mengatakan bahwa Jihad dalam peperangan lebih mulia daripada jihad dengan hawa nafsu, sebab seluruh kehidupan kita siang dan malam adalah berperang melawan hawa nafsu, bahkan Jihad dalam peperangan pun harus dengan melawan hawa nafsu.

    BalasHapus
  2. Sebagaimana Hadits riwayat Abdullah bin Mas?ud yg bertanya pd Rasul saw, : amal apakah yg paling afdhal?, beliau menjawab : ?Shalat tepat waktu?, lalu Ibn Mas?ud bertanya lagi, lalu apa Ya Rasulullah (saw)?, beliau saw menjawab : ?Berbakti pd kedua orang tua?, lalu Ibn Mas?ud bertanya lagi, lalu apa Ya Rasulullah ?, beliau saw menjawab : ?Jihad di jalan Allah?. (HR Muslim no.85), demikian pula hadits dg makna yg sama dalam (Shahih Bukhari no.503)
    dan demikian pula hadits dg makna yg sama dalam (Shahih Bukhari no 2630)

    hadits inipun didukung dg Hadits lainnya sebagaimana diriwayatkan ketika seorang lelaki hijrah meninggalkan kesyirikan menuju Jihad di jalan Allah, dan Rasul saw bertanya kepadanya, apakah telah diizinkan oleh ayah ibunya untuk berjihad?, dan lelaki itu menjawab : ?tidak?, maka Rasul saw bersabda : ?Kembalilah, mohon izin pd mereka, bila mereka izinkan maka berjihadlah, bila tidak maka berbaktilah kepada keduanya? HR Muslim no.1035).,

    riwayat Abdullah bin Umar ray g berkata : ?datanglah seorang lelaki kpd Rasul saw dan memohon izin untuk berjihad, maka berkatalah Rasul saw : ?apakah ayah ibumu masih hidup??, ia menjawab : ya. Maka Rasul saw bersabda : ?maka berjihadlah dengan berbakti pd mereka (Shahih Bukhari no.2842)

    Rasul saw didatangi seorang lelaki yg mengatakan bhw Istrinya akan ibadah haji tanpa muhrimnya, sedangkan ia telah mencatat dirinya untuk ikut Jihad, maka Rasul saw memerintahkan agar lelaki itu meninggalkan Jihad dan mengantar Istrinya beribadah Haji (Shahih Bukhari no.2844)

    dan masih banyak lagi hadits2 shahih yg mendukung pemahaman bahwa melawan hawa nafsu jauh lebih mulia dari sekedar peperangan dengan senjata, yg justru peperangan (jihad) itu adalah sebagian daripada memerangi hawa nafsu.

    BalasHapus
  3. assalaamu 'alaikum...
    salam pak guru.. saya adalah murid bapak tahun 94-97. Di kelas IIIC, bapak adalah wali kelas saya. Cobaan umat islam sangat besar, semoga kita tetap bisa bersatu melawan musuh-musuh Alloh laknatulloh alaihi... dengan tuntunan dan petunjukNya, serta dibawah bimbingan Rosululloh Sholallohu 'alaihi wassalaam...

    www.matikzone.wordpress.com

    BalasHapus
  4. pak,, perbanyaklah isi ini dengan banyak kajian islam,, insya allah kita semua akan membacanya,

    BalasHapus